Ketika panas terik di rumah ataupun di kantor dan bosan lihat pemandangan yang itu-itu aja, nah ini bisa jadi kalian butuh sesuatu untuk mempercantik pemandangan kalian nih. Mempercantik dengan apa? Kokedama jawabannya. Ada yang tahu Kokedama?

Kokedama sendiri berasal dari Negeri Sakura. ‘Koke’ dalam bahasa Jepang berarti ‘lumut’ dan ‘Dama’ berarti ‘bola’. Jadi singkatnya, Kokedama berarti ‘bola lumut’. Kenapa bola lumut? Karena memang bentuknya bulat dan terbuat dari lapisan lumut yang membungkus bola tersebut.

Di Jepang, Kokedama sendiri merupakan media tanam, khususnya untuk tanaman-tamanan yang ukurannya tidak terlalu besar. Sekarang, si Kokedama gemas ini pun lagi nge-trend  di Indonesia. Kalau kalian pernah liat tanaman-tanaman yang digantung di dalam bola-bola yang mirip batok kelapa, nah si media tanam yang mirip batok kelapa ini yang disebut ‘Kokedama’.

Kokedama ini ternyata seru loh cara pembuatannya. Di akhir pekan kemarin, rumah kami kedatangan Vikry dari @greengarniture yang udah pakar dalam membuat si bola-bola ‘batok kelapa’ ini. Pertama-tama, kita harus mempersiapkan beberapa bahan yang diperlukan antara lain: tanah yang dicampur kompos, sekam bakar, dan coco peat. Selanjutnya, kita juga perlu memiih tanaman yang akan dijadikan icon utama dalam Kokedama. Kemarin, Green Garniture memilih tanaman yang bernama Kadaka Lasagna. Tanaman daun ini sangat gemas dan memiliki pinggir yang keriting dan meliuk-liuk. Ukurannya yang tidak terlalu besar membuat si daun Lasagna ini sangat cocok untuk menggunakan Kokedama sebagai media tanamnya. Selain itu, kita juga membutuhkan benang jahit, lumut Sphagnum, benang goni, dan gunting sebagai tambahan barang perlengkapan perang untuk membuat Kokedama.

Pertama-tama, kemarin kita menyiapkan tanaman Kadaka Lasagna. Kita harus mengeluarkan tanaman dari potnya dan membersihkan bagian akarnya dari lapisan-lapisan tanah yang masih menempel. Setelah itu, kita mempersiapkan ‘isi’ bola Kokedama dengan mencampurkan tanah, kompos, coco peat, dan sekam bakar. Jangan lupa berikan air secukupnya sehingga campuran media tersebut cukup basah. Selanjutnya, tempelkan campuran bahan-bahan tersebut sehingga membentuk bulatan seperti ‘bola’, agak pipih, atau bulatan sesuai hatimu untuk menjadi Kokedama yang lucu. Bagian ini bisa dibilang agak susah karena kalau campuran tanah kurang basah, bola ini akan sulit untuk merekat satu sama lain. Selain itu, bila kurang dipadatkan, bola ini pun bisa tiba-tiba retak di tengah jalan ketika sudah jadi. Kalau sudah retak, gemaaas rasanya karena mau ga mau harus ulang lagi deh hahahaa..

Namun, setelah ‘bola’ Kokedama sudah berhasil terbentuk, berarti kalian sudah bisa naik satu level. Selanjutnya, siapkan lumut Sphagnum dan tutupi salah satu sisi ‘bola’ Kokedama dengan lumut tersebut. Nah, setelah itu, siapkan benang jahit dan langsung rekatkan lumut dengan ‘bola’ Kokedama menggunakan benang jahit yang dililitkan melingkari si Kokedama. Lakukan hal yang sama pada sisi Kokedama yang satu lagi sampai seluruh lapisah campuran tanah tadi tertutup penuh oleh lumut.

Pada tahap ini, pesan kami jangan bosan ketika melilit benang ya karena kalau berdasarkan arahan Vikry, seluruh lapisan lumut ini harus sampai tertutup sepenuhnya oleh benang dari bagian leher Kokedama yang dekat dengan si tanaman, sampai bagian bawah ‘bola’ Kokedama ini. Karena kalau tidak, nanti bisa ambyar semua isi Kokedamanya hahahaa.. Proses untuk melilit benang ini kira-kira memakan waktu paling lama selama workshop, sekitar 30 menit. Yang penting dibutuhkan kesabaran dan ketelitian sih untuk bisa menutupi seluruh bagian. Namun, jangan khawatir. Untuk melilit benang ini tidak ada pola tertentu kok. Jadi, kalian bisa terus melilit benang ke Kokedama sesuka hati selama itu bisa menutupi semua bagian si lumut. Setelah, ‘bola lumut’ ini berhasil tertutupi dengan sempurna dengan benang jahit, nah barulah Kokedama ini aman untuk bisa dipindahkan atau diletakkan begitu saja.

Setelah melilit benang, barulah kita sampai pada tahap selanjutnya yaitu melilit benang goni di bagian luar Kokedama untuk menghias. Nah, untuk bagian terakhir ini kita bisa mencari tahu terlebih dahulu pola apa yang mau kita gunakan untuk menghias Kokedama kita. Saat kelas kemarin, kami masih menggunakan pola dasar dengan melilit benang goni melingkari si Kokedama sampai seluruh bagian terlihat cantik dari berbagai sisi. Setelah itu, voila! Kokedama cantik pun siap dipajang dan menghiasi ruanganmu.

Untuk perawatan Kokedama sendiri, kalian tidak perlu khawatir karena kalian cukup merendam Kokedama dalam mangkuk berisi air selama 2 menit dan cukup 2 minggu sekali. Cukup sederhana, bukan? Nah, selamat mencoba membuat Kokedama di rumah kalian yaa!

Posted by:Evelyn Gasman

Evelyn Gasman (@evelyngasman) adalah kepala dari KROMA Kiosk dan Klass. Orang yang suka kerajinan tangan, entah karena kerajinan, atau emang rajin beneran. Dia selalu senang bekerja di bidang kreatif. Dia merangkum kesukaannya dalam ABCD (art, branding, craft, dan design). Kerjaannya selain berkerajinan adalah mengurusi urusan produksi KROMA Kiosk dan Klass.

Leave a Reply