Setelah membaca 2 tulisan tentang projek lemari kapsul, apakah kamu masih semangat memulai dan terus menjalankannya? Projek ini tentu bisa jadi kegiatan yang cukup menyenangkan untuk dilakukan di rumah. Coba ingat, apa isi lemarimu penuh? Dan coba lihat, apakah kamu mulai jenuh?

Untuk orang yang baru menjalani projek lemari kapsul selama setahun belakangan ini, aku merasakan cukup banyak hal positif, salah satunya, aku jadi tidak perlu menghabiskan waktu 15-30 menit setiap kali memilih baju. Dari situ aku jadi bisa tampil lebih percaya diri. Tetapi di samping itu aku semakin sadar bahwa aku bisa:

Tabel Lemari Kapsul 3. Klik untuk mengunduh.

Memanfaatkan pakaian yang ada. Projek ini harus menggunakan apapun yang kamu miliki. Kalau kamu memang cuma memiliki 5 potong pakaian yang ingin kamu gunakan, manfaatkanlah pakaianmu itu.

Mengurangi keinginan belanja. Hal terpenting dalam projek ini. Hal pertama yang dilakukan dalam projek ini kan menguras lemari. Jadi ya sudah tentu kita tidak boleh menambah koleksi pakaianmu lagi.

Mencoba tampil lebih kreatif. Di sini kamu perlu mengeluarkan ide untuk memadupadankan pakaianmu supaya kamu tetap bisa nyaman dan tidak bosan.

Memiliki gaya personal sendiri. Kamu akan mengulang-ngulang gaya berpakaianmu, sehingga kamu akan memiliki ciri khas dalam berpenampilan. Kamu tidak perlu merasa tidak nyaman dengan hal ini.

Memanfaatkan waktu dan tenaga. Kalau ini sih dampak yang aku rasakan secara personal. Projek ini membuat aku merencanakan gaya berpakaianku untuk 2 bulan ke depan. Jadi aku gak perlu lagi pusing lagi deh.

Jika kamu membuka pintu lemari pakaianmu, perasaan apakah yang kamu rasakan? Apakah kamu menghabiskan waktu memilih pakaian untuk dipakai hari ini? Atau kamu akan mengambil pakaian teratas tanpa berpikir lebih panjang lagi? Apapun yang kamu rasakan, jika kamu ingin mencoba projek yang menyenangkan ini, kamu bisa melakukannya sekarang juga.

Mulailah dengan memilah baju. Bagilah menjadi 3 kategori: mana yang ‘sering’, ‘akan’, dan ‘jarang’ dipakai lagi. Pakaian yang ‘sering’ dipakai tentu akan berguna untuk projek ini. Nah, kalau pakaian yang ‘akan’ dipakai, sebaiknya ikut disimpan, karena akan berguna untuk acara atau musim tertentu. Sedangkan pakaian yang ‘jarang’ dipakai sebaiknya dibuang atau disumbang saja.

Mungkin ke depannya, kamu bisa membeli pakaian polos dengan warna netral yang memiliki bahan baik dan bisa dipakai di segala aktivitas → kualitas di atas kuantitas.

Tabel di atas berguna untuk kamu yang ingin merencanakan pakaian keseharianmu. Kamu bisa memasang-pasangkan pakaianmu dari tabel Lemari Kapsul Bagian 2 pada tulisan sebelumnya. Nah mulai hari ini, dengan mudahnya kamu bisa merencanakan pakaianmu untuk 3-6 bulan ke depan. Kamu tidak perlu merasa kekurangan lagi. Aku mencontohkannya di tabel bawah ini.

Pasangkan pakaian atasan, bawahan, dan luaran di dalam tabel ini. Lalu tulis angka secara acak.

Memang benar, dampak yang paling besar untukku adalah memanfaatkan kembali pakaian yang aku miliki sehingga membuat aku mengurangi keinginan belanja. Dengan keterbatasan pakaian yang aku pilih, aku jadi diuji untuk tampil lebih kreatif sehingga aku jadi memiliki gaya personal ala diriku sendiri. Tentunya hal ini pun membantuku untuk memanfaatkan waktu, uang, dan tenaga dengan lebih baik lagi.

Setelah baca tulisan ‘Lemari Kapsul 1, 2, dan 3’, apakah kamu tertarik untuk ikutan bereksperimen? Kuras lemari bajumu sekarang dan lihat apa yang bisa dimanfaatkan kembali! Kalau kalian sudah mencobanya, silakan tuliskan pendapatmu dan bagikan pengalaman #betahdirumah kamu ke kami dengan tag @kroma.id dan hashtag #KesehariHarianKROMA.

\ Karya Macramé oleh @yessisetiarini dari @macku.gallery \ Sumber inspirasi http://livingloving.net, http://www.un-fancy.com, https://www.encircled.ca, http://www.stylebee.ca, https://anuschkarees.com
\ Lokasi KROMA 2F \
Posted by:Evelyn Gasman

Evelyn Gasman (@evelyngasman) adalah kepala dari KROMA Kiosk dan Klass. Orang yang suka kerajinan tangan, entah karena kerajinan, atau emang rajin beneran. Dia selalu senang bekerja di bidang kreatif. Dia merangkum kesukaannya dalam ABCD (art, branding, craft, dan design). Kerjaannya selain berkerajinan adalah mengurusi urusan produksi KROMA Kiosk dan Klass.

Leave a Reply