Apa kegiatan kalian menyambut libur panjang tengah tahun ini? Pasti bayang-bayang ketupat sayur dan opor ayam buatan nenek bikin kamu rindu kumpul bareng keluarga. Masing-masing dari kami tentu sudah punya rencana, seperti Dinar yang berkumpul bersama keluarganya di rumah dan para staf yang mudik ke luar kota. Namun, kami ingin menceritakan kerja kami yang lumayan keras sebelum benar-benar merasakan libur panjang.

Lebaran adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian besar penghuni rumah ini. Bagaimana tidak, hampir semua dari kami akan mengambil cuti liburan untuk berkumpul dengan masing-masing keluarga. Davy mudik ke Manado, Tito ke Serang, Marsya dan Bianca di Jakarta, sedangkan Firman Malang. Memang terbukti Firman anak yang malang, dia terpaksa menemani Edward dan Evelyn untuk sementara sampai yang lain balik ke Jakarta.

Kami disibukkan dengan 3 kegiatan: menyiapkan katering, menyiapkan bingkisan, dan beberes rumah untuk menyambut hari raya lebaran tahun ini.

Kesibukan kami yang pertama yaitu kerja keras menyiapkan katering untuk teman-teman yang buka puasa di rumahnya masing-masing. Kami menerima banyak pesanan dalam jumlah besar selama bulan puasa. Kami menyiapkan ratusan gelas untuk sekali pengiriman. Kekompakkan kami selalu diuji karena kami dituntut untuk bekerja cepat dan tepat waktu.

Biasanya kami berbagi tugas, sistemnya harus estafet seperti pelari jarak pendek. Tito atau Davy membuat espresso, Marsya menyeduh creamer dan gula aren, Bianca yang menuangnya, Dinar menuang susu, Evelyn memasukkan es, dan Edward atau Firman yang menyegel gelas. Lalu pesanan dimasukkan ke dalam dus dan dikirimkan melalui kurir. Kebayang kan kalau gak kompak, pesanan pasti tidak bisa selesai cepat dan tepat waktu, dong?

Nah, kalau soal menyiapkan bingkisan, kami memang lumayan mepet. Ide ini baru terpikirkan di saat teman-teman lain sudah mulai membuka pesanan sejak beberapa minggu sebelumnya. Tapi karena kesibukan ini itu alias suka menunda pekerjaan, kami baru bisa menyiapkan bingkisan ini sekitar seminggu lalu. Hehehe… Apa ya yang kira-kira bisa bikin #betahdirumah? AHA!

Jadinya kami menyiapkan bingkisan berupa satu set perangkat untuk menyeduh kopi, yang cukup digunakan sepanjang liburan setiap harinya. Bingkisan ini berisikan 200 gram kopi Sunda Legit, dripper, kertas filter, totebag KROMA, kartu ucapan dan bonus sendok, garpu, dan pisau kayu di dalam kotak. Kopi ini bisa digunakan untuk 10 kali penyeduhan. Di luar dugaan kami, ternyata banyak orang yang tertarik untuk memesan bingkisan ini.

Kami langsung menyiapkan pesanan, dari membeli perintilan sampai mencari referensi membungkus kado. Dengan dipadati oleh kertas crepe dan dibungkus kertas kraft, Dinar menyusun isi bingkisan dan Evelyn mengepaknya dengan rapi. Balik lagi, karena semuanya rada mepet, jadinya kerja keras sampai lemburrrrr…

Kalau soal beberes rumah, ini adalah kegiatan yang paling banyak keringatnya. Sebenarnya kegiatan ini rutin kami lakukan setiap hari. Tapi karena kami akan kekurangan armada selama Lebaran, kami harus piket ekstra bersih untuk seisi rumah. Bebersih dimulai dari menyapu dan mengepel ruang utama, lalu membersihkan toilet, menata kembali kursi dan bangku, merawat tanaman, serta merapikan bar. Hal ini kami lakukan supaya rumah kami tetap nyaman selama seminggu ke depan.

Untuk teman-teman yang liburan dan sudah merayakan Lebaran, kami akan buka dari jam 10.00-22.00 sampai tanggal 24 Juni 2018. Setelah itu, kami akan buka dari jam 08.00 seperti biasa.

Dan hari ini bertepatan dengan ulang tahun Dinar, Tantenya KROMA. Sedikit cerita, Dinar senang bermain, mengumpulkan mainan, tapi tidak suka dipermainkan. Dia ini sedang mencari sandaran hati, walau ciri-cirinya belum bisa terdefinisi, Dinar selalu bahagia ‘tuk menjadi diri sendiri. Semoga dia menemukannya suatu hari nanti. Selamat ulang tahun Dinar, doanya tetep sama ya dari hari ke hari.

Dan, kami segenap keluarga kecil KROMA—dari kiri ke kanan, atas ke bawah: Davy, Evelyn, Dinar, Edward, Salis, Tito, Bianca, beserta Marsya, Firman, dan Bang Sam yang ridak ada di foto bawah ini—ingin mengucapkan:

“Selamat Lebaran, selamat liburan, dan semoga gak lebaran!”

Posted by:KROMA

We are build by a coming true dream. We have Kaffe, Kijen, Kiosk, and Klass as our main room to inspire and get inspired. To turn a 'house' into a 'home' for everyone is our greatest wish of all.

Leave a Reply