02 May Hi, good morning! How can I help you?“, sapa seorang barista. “White, single, please!“, sahutku.

Aku mampir ke Marketlane Coffee sembari menunggu keluargaku yang baru datang dari Brisbane. Harga secangkir 5 oz kopi susu kira-kira $6-$7. Dari beberapa coffee shop yang aku coba, aku paling cocok dengan café latte di sini. Aku membeli kopi seduh manual untuk aku seduh di KROMA.

Di sebelah Marketlane Coffee, ada sebuah toko buku kecil Books for Cooks. Ini adalah surga untuk orang-orang yang suka masak. Berbagai jenis buku masak tersedia di sini, dari buku biografi, buku resep, buku referensi, sampai buku ilustrasi. Walaupun aku tidak suka masak karena memang tidak bisa, dengan masuk ke toko ini, I wished I could and would love to cook.

Hari ini aku berencana mengajak keluargaku ke South Melbourne Market. Mungkin ini pertama kalinya dalam seumur hidup aku berinisiatif jalan-jalan ke pasar. Pasar ini bukan sekedar pasar yang menjual bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari, tapi juga menjual produk lokal seperti gifts, homewares, plants, bahkan coffee shops. Masing-masing toko di dalamnya juga well-designed jadinya bikin betah berlama-lama. Mama dan tanteku sibuk memilih daging, sayur, dan buah, sedangkan aku langsung ngibrit ke SO:ME Space, sebuah retail konseptual di jantung pasar yang didedikasikan untuk para desainer dengan menjual produk-produk kreatif.

Alhasil, aku baru kembali dari sana ketika hari mulai gelap. Menjelang makan malam, aku melipir ke toko buku Metropolis. Aku penasaran soalnya kata teman-temanku yang pernah tinggal di Melbourne, Metropolis adalah toko buku yang banyak menjual buku-buku desain. Toko buku ini agak susah ditemui, letaknya ada di lantai 3 sebuah gedung. Beberapa bolak-balik, aku baru menemukan plang namanya yang nyaru dengan plang nama toko lain.

Aku suka dengan toko ini! Buku-buku desain yang dijual termasuk graphic design, architecture, interior design, fashion design, dan product design dari penerbit independen sampai penerbit komersil. Kali ini aku membeli buku Kengo Kuma: Inspiration and Process in Architecture terbitan Moleskine seharga $31.30 untuk Edward.

03 May Perhentian terakhir kami di Melbourne adalah Brighton Beach. Pantainya terkenal di kalangan turis karena di sana ada banyak beach houses yang berwarna-warni, mamak-mamak ini pasti senang berfoto di sini. Tapi sebelum menuju sana, aku berhenti di stasiun di dekat daerah Prahan. Memang awal mula tujuanku adalah untuk mengunjungi Aesop, alasan kedua setelah jastip, ya karena desain interiornya yang selalu menarik.

Aesop Flinders Lane
Aesop Flinders Lane
Aesop Prahan
Aesop Prahan
Aesop Prahan

Di sekitar Aesop, aku menemukan hidden gem berupa toko-toko yang menggemaskan lainnya.

The Nomad Society, plant nursery store. Toko kecil yang menjual tanaman untuk indoor (dan mungkin tanaman outdoor juga). Di sana juga menjual buku-buku home gardening Urban Jungle: Living and Styling with Plants, Living with Plants: A Guide to Indoor Gardening, Plant Society: Create an Indoor Oasis for your Urban Space, dan lainnya. Tapi aku lebih memilih membeli buku-buku ini di Amazon hehehe

IMG_4939-2.jpg

IMG_4940-2.jpg

Di sebelahnya ada Marcus & Burton, gift and homeware store. Pertama kalinya aku menemukan produk rivsalt. Produk ini adalah garam Himalaya yang berbentuk batu kristal. Fungsinya sebagai bumbu penyedap. Rivsalt juga dijual beserta dengan steel grater dan oak wood stand. Karena aku belum bisa masak dan ini hanya akan aku jadikan collectible item, yang aku beli hanya isi ulangnya saja.

Hari itu kami tutup dengan keceriaan kami di Brighton Beach. Walaupun perjalanan kami tidak begitu mulus karena letak stasiun terdekat dan pantainya agak jauh. Ketika hari menuju malam, kami kembali ke pusat kota dan menyantap ramen dengan lahapnya. Mama, tante, dan omku terlihat bahagia, akupun begitu.

Tonight was the last sleep in this lovable city, I hope there’s another time to see you again. Thank you Melbourne! You also had treated me so well! Saatnya membawa coffee beans Marketlane Coffee, Seven Seeds Specialty Coffee Roaster, Padre Coffee untuk anak-anak KROMA!

  .

  .

  .

Thank you for following my stories to the end. Do your own research and this is a recap for you, guys!

Kedai Kopi: — Kinfolk Cafe — Hash Specialty Coffee — Standing Room — Mörk Chocolate Brew House — Marketlane Coffee — Seven Seeds Specialty Coffee Roaster — Padre Coffee

Toko Buku dan Alat Tulis: — Kikki.K — Dymock Bookstore — Bookbinder Design — Books for Cooks — Metropolis — Handworks

Perabot & Perlengkapan Rumah:Aesop — Country Road — SO:ME Space — The Nomad Society — Marcus & Burton — K-Mart

Posted by:Evelyn Gasman

Evelyn Gasman (@evelyngasman) adalah kepala dari KROMA Kiosk dan Klass. Orang yang suka kerajinan tangan, entah karena kerajinan, atau emang rajin beneran. Dia selalu senang bekerja di bidang kreatif. Dia merangkum kesukaannya dalam ABCD (art, branding, craft, dan design). Kerjaannya selain berkerajinan adalah mengurusi urusan produksi KROMA Kiosk dan Klass.