Pepito Fitria, alias Pipit

KROMA Klass kedua yang diadakan di rumah baru ini benar-benar kutunggu. Kali ini aku mengundang Tibra Home. Sebelumnya, mari kita berkenalan dulu dengan tutornya! Dialah Pepito Fitria, alias Pipit. Calon ibu yang tengah hamil 5 bulan ini menjalankan Tibra Home bersama Randi, suaminya. Sweet, ya! Hihihi. Sejujurnya, aku kenal Randi dan Pipit sudah lumayan lama. Kenalnya karena Randi adalah teman kantorku dulu. Bahkan aku pernah numpang menginap di rumah Pipit di hari pertama kali kami bertemu.

Aku sempat bertanya sama Pipit dan Randi apa artinya Tibra dan darimana mereka mendapatkan nama ini. Jadi ternyata, Tibra itu artinya “nyenyak” dalam bahasa Sunda. Pipit dan Randi—orang Sunda asli—sambil tersenyum kecil menceritakan kalau hobi mereka tidur. Dari situlah mereka membuat produk-produk seperti sleepwear dan aroma theraphy yang mendukung kenyamanan supaya bisa tidur lelap dan pulas. Hahaha. Lucu, deh!

Di kelas ini, kami akan membuat aroma terapi yang sederhana. Satu jam sebelum kelas dimulai, Pipit dan Randi menyiapkan alat dan bahan. Mereka mendekor meja kerja kami jadi cantik dan aesthetic.

Kelas yang seharusnya dimulai pukul 13.00 jadi dimulai pukul 13.30. Sambil menunggu teman-teman yang lain datang, kami berkenalan, bercanda, dan jadi akrab satu sama lain. Seperti biasa, aku membuka kelas dengan cerita singkat tentang KROMA. Setelah itu aku mempersilakan Pipit untuk memulai kelasnya. Kelas yang dihadiri oleh 5 kreator (peserta) ini membuat kelas jadi produktif dan efektif.

Kami disediakan beberapa jenis bunga kering yang ditaruh di dalam toples kecil di depan kami. Ada bunga Mawar, Baby Breath, Lavender, Hydrangea, Eucalyptus, dan masih ada banyak jenis bunga yang asing untukku. Kami boleh memilih bunga kering itu dan menatanya di atas selembar kertas sketsa yang sudah disediakan.

Kami dibantu oleh Randi untuk melelehkan lilin dengan cara dikukus. Setelah lilin mencair, kami memilih minyak esensial sesuai dengan selera kami dan mencampur sekitar 20 tetes ke dalamnya, lalu aduk sampai merata. Kami mulai menuangkan lilin cair pelan-pelan untuk menghindari gelembung udara dan merangkai ulang bunga kering itu di dalam cetakan bulat dan persegi panjang.

Dibutuhkan kurang lebih setengah jam sampai lilin aroma terapi ini benar-benar keras. Lilin yang tadinya transparan akan berubah kembali jadi solid. Ketebalan lilin juga mempengaruhi cepat lambatnya proses pengeringan. Satu per satu lilin aroma terapi sudah siap dikeluarkan dari cetakan. Kami bersorak kegirangan. Setelah Pipit menambahkan pita berwarna pink untuk menggantungkan lilin aroma terapi ini.

Inilah lilin aroma terapi hasil dari KROMA Klass bersama Tibra Home. Selain berguna untuk menenangkan pikiran, lilin aroma terapi ini juga berguna untuk pemanis ruangan. Coba lihat, bunga-bunga kering ini benar-benar cantik, kan? Lilin aroma terapi ini jelas bisa dibuat di rumah karena alat dan bahan yang dibutuhkan cukup sederhana. Terima kasih atas keikutsertaannya ya, Mbak Tika, Mbak Dita, Mbak Mitha, Yuri-san, dan Cempi! Semoga jadi #betahdirumah ya!

Yang berpura-pura berperan menjadi “aku” dan membantu menulis tautan ini: Cattelya Devina

Posted by:Evelyn Gasman

An imperfect perfectionist who is interested to art, branding, crafting, and designing.

2 replies on “KROMA Klass with Tibra Home

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *