Wangi-wangian Aromaterapi buatan Sendiri

Dari dulu, pas aku lagi menjelajahi Pinterest, aku sering banget nemuin ini. Namanya aromatherapy wax. Mungkin maksudnya aromaterapi berbentuk lilin, kali ya? Tapi kurasa fungsinya lebih dari itu.

Ruangan yang wangi, membuat orang nyaman untuk berlama-lama di dalamnya. Ditambah lagi, kalau wangi-wangian itu berfungsi sebagai aromaterapi. Ditambah lagi, bentuknya yang cantik membuat orang jadi gak cepat bosan. Pertama kali aku tau aromatherapy wax ini sejak mengikuti Kaminari. Lalu sekitar awal tahun ini, aku mengajak Tibra Home untuk membuat ini di KROMA Klass. Aku langsung jatuh cinta setelah melihat hasilnya.

Lalu karena penasaran, sejak sebulan lalu, aku mengumpulkan bunga dan daun untuk aku keringkan. Aku mendapatkan bunga dan daun darimana saja, kebanyakan dari sisaan dekorasi acara. Aku mengeringkan Eucalyptus, Sunflower, Caspia, Limonium, Rose, Aster, Baby Breath, Carnation, Lily, Ruscus, dan Hydrangea.

Alat yang perlu disiapkan untuk membuat aromatherapy wax cukup sederhana. Aku hanya membutuhkan cetakan, pinset, sendok cembung, kompor, dan wadah alumunium kecil dan besar.

Minyak esensial yang kugunakan dari klēn and kind. Aku diberikan minyak esensial Lavender dan Lemongrass yang selalu menjadi favoritku dalam 2 kondisi yang berbeda. Lavender untuk menenangkan, dan Lemongrass untuk menyemangati. Oh iya, terima kasih yaaa Monic dan Tanti yang selalu mengerti!

Projek ini adalah projek pertama yang aku coba-coba. Pada umumnya aromatherpy wax menggunakan Beeswax atau Soy Wax untuk tekstur yang lebih lembut dan transparan. Kali ini aku menggunakan lilin parafin.

Aku mengukus lilin parafin ini untuk melelehkannya. Pertama, didihkan air di dalam wajan dan letakkan wadah berisi lilin tadi ke dalamnya. Lalu, teteskan sampai 15 tetes minyak esensial ke dalam lilin tersebut ketika sudah meleleh dengan sempurna.

Sementara itu, aku memilih bunga dan daun untuk aku susun di atas kertas sesuai dengan ukuran cetakan yang aku miliki. Aku menuangkan satu sendok pertama sebagai dasarnya dan kutunggu sampai agak mengeras. Setelah itu aku menuangkan satu sendok lagi sembari aku memindahkan bunga yang ada di atas kertas.

Setelah itu biarkan sampai lilin dingin dan berubah warna menjadi putih solid. Penurunan suhu dan perubahan warna lilin menandakan lilin sudah sudah bisa dikeluarkan dari cetakan. Lilin parafin cepat mengeras, aku hanya perlu menunggu sekitar 20 menit.

Aku cukup puas dengan hasilnya. Tapi sayangnya hasil akhir lilin parafin agak mengkilap. Walaupun hasilnya belum sepenuhnya sesuai dengan harapan, tapi setidaknya masih terlihat cantik dan fotojenik kalau difoto dari sudut manapun. Kira-kira aromatherapy wax ini bisa dijadikan sebagai sebagai apa saja ya?

Silakan coba dan bertanya di kolom komentar di bawah. Semoga bisa menjadi inspirasi dan semakin #betahdirumah yaa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. Wah cukup mudah ya ka. Oia cetakan lilin yang berlubang di tengah bisa dibeli dimana ya? Lalu apakah ada perbedaan dr segi ketahanan wangi aromatherapynya ketika dicampur lilin parafin dgn beeswax atau soywax? Thx for sharing